Pengembangan
Sistem Informasi Berbasis Web Penjurian Online untuk Pengelolaan Data
Kegiatan Pupuk Kaltim Inovation Award pada Departement Inovasi dan
Pengembangan Manajemen PT. Pupuk Kalimantan Timur
I. Latar Belakang
PT. Pupuk
Kalimantan Timur adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Pupuk Indonesia
(Persero) yang lahir untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang semakin meningkat
seiring dengan tingginya perkembangan pertanian di Indonesia. PT. Pupuk
Kalimantan Timur akan selalu meningkatkan kualitas produknya dengan
inovasi-inovasi baru yang dapat menjaga kualitas serta untuk mempertahankan
mutu dalam persaingan industri Internasional. Dibawahi
oleh Departemen Inovasi dan Pengembangan Manajemen, Bagian Inovasi dan
Pengembangan Mutu Terpadu (PMT), PT. Pupuk Kalimantan Timur setiap tahunnya
mengadakan kegiatan Pupuk Kaltim Innovation Award (PIA). Kegiatan PIA
ini digunakan sebagai sharing of knowledge dengan perusahaan lain di
ajang Konvensi Mutu Nasional maupun Internasional. Pada kegiatan PIA terdapat alur yang digunakan dalam
pelaksanaanya yaitu pendaftaran gugus, pengumpulan makalah, tim telaah (tim
yang berisi para expert untuk menelaah makalah yang dikumpulkan),
penjurian lapangan, presentasi, docking (rapat pleno para juri untuk
menentukan pemanang). Pada pelaksanaanya kegiatan penilaian oleh tim telaah ini
proses pengecekan plagiasi masih belum dilaksanakan secara efisien dikarenakan
banyaknya makalah yang dikaji dan makalah-makalah yang sudah ada sebelumnya,
sehingga tidak memungkinkan dilakukan cek plagiasi secara manual dan belum
tersedianya alat untuk pengecekan plagiasi makalah dalam lingkup PIA (Pratama,
2017). Pada
kegiatan penilaian makalah dan presentasi, penilaian masih dilakukan secara
manual dengan form yang tercetak dalam bentuk hardcopy dan
terdapat beberapa form yang harus diperhatikan oleh juri yaitu juklak
kriteria penilaian serta form penilaian, sehingga seorang juri harus
selalu memperhatikan juklak kriteria penilaian ketika memberikan nilai pada form
penilaian. Hal tersebut kurang efektif dalam pemafaatan waktu serta pada
kenyataanya hal tersebut juga menyebabkan banyak juri yang tidak mengisi
lengkap form penilaian, selain itu seorang juri juga harus menghitung
nilai akhir masih secara manual dengan rumus yang sudah ditetapkan (Pratama,
2017). Dari
permasalah-permasalah tersebut, maka akan dikembangkan Sistem Informasi
Penjurian Online dengan fitur-fitur untuk menyelesaikan masalah-masalah
tersebut.
II. Metode Penelitian
1.
Studi Literatur
Studi literatur dilakukan pengumpulan dasar teori untuk penelitian yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti melalui buku, jurnal ilmiah, dan media lain seperti portal berita online.
2.
Pengumpulan Data
Pengumulan data dilakukan dengan cara wawancara. Data tersebut didapatkan dari Departemen Inovasi dan Pengembangan Manajemen PT. Pupuk Kaltim.
3.
Analisis
Kebutuhan
Analisis Kebutuhan dilakukan untuk menggali kebutuhan
yang harus dipenuhi oleh sistem yang kemudian dimodelkan dengan use case
diagram dan use case scenario.
4.
Perancangan
Sistem
Perancangan sistem dilakukan untuk mendapatkan referensi yang akan digunakan untuk merancang arsitektur dalam tahap implementasi. Dalam tahap ini dilakukan perancangan sequence diagram, perancangan class diagram, perancangan data model, dan perancangan antarmuka.
5.
Implementasi
Sistem
Implementasi sistem ini dibuat dengan berbasis website dengan framework CodeIgniter dan MySQL digunakan sebagai sistem basis data dari website.
6.
Pengujian
Pengujian dilakukan dengan cara pengujian validasi dengan metode blackbox untuk melihat ke arah fungsionalitas sistem. Terdapat pula pengujian lain yaitu pengujian dengan metode whitebox yang mana pada metode ini akan menguji alur dari kode program yang telah diimplementasikan sehingga akan diketahui keberhasilan dari kode program tersebut. Selain itu akan dilakukan juga pengujian usability untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem ditinjau dari pengujian yang dilakukan langsung oleh pengguna.
7.
Kesimpulan dan
Saran
Kesimpulan diambil untuk menjawab rumusan masalah yang telah didefinisikan sebelumnya. Kemudian saran diberikan guna memperbaiki kesalahan dan untuk keperluan pengembangan lebih lanjut.
III. Hasil Pembahasan
Berdasarkan
proses analisis kebutuhan yang telah dilakukan maka mendapatkan hasil berupa 25
kebutuhan fungsional serta 1 kebutuhan non fungsional yang dibutuhkan untuk
mengelola kegiatan penjurian PIA secara online. Hasil yang diharapkan pada
penelitian ini adalah menghasilkan sistem informasi yang lebih terintegrasi
untuk menjalankan proses kegiatan Pupuk Kaltim Inovation Award. Diharapkan
sistem informasi penjurian online tersebut mempermudah dan mempercepat
kinerja juri dalam melakukan penilaian, serta membantu dalam hal penilaian
originalitas karya inovasi dengan menggunakan cek plagiasi pada sistem sehingga
mempercepat proses pengkajian karya inovasi.
1. Analisis Kebutuhan
Sistem yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah sistem penjurian Online berbasis web yang dapat membantu proses bisnis kegiatan PIA menjadi lebih efisien dan terintegrasi. Pada sistem ini tim telaah dapat mengkaji setiap makalah yang terkumpul dengan lebih cepat dan akurat dengan adanya fitur cek plagiasi. Pada fitur cek plagiasi tim telaah dapat memberikan masukan berupa text abstrak dari makalah yang ingin dicek kemudian sistem akan mencocokkan data tersebut dengan data abstrak dari makalah terdahulu yang tersimpan di dalam basis data sistem kemudian sistem akan memberikan nilai tingkat plagiasi. Sistem juga dapat membantu pengelola kegiatan dapat mengelola kegiatan dengan data yang sudah terintegrsi pada sistem serta memiliki fitur rekomendasi calon juri sehingga pengelola dapat menetapkan juri tetap untuk kegiatan PIA. Selain itu, sistem juga menyediakan kemudahan bagi seorang juri untuk melakukan penilaian yaitu dengan cara menjadikan form penilaian pada sitem secara interaktif. Form didesain secara interaktif dengan menampilkan segala informasi pada setiap range angka pada saat pointer ditunjukkan pada range angka tersebut. Selain itu pada fitur penilaian ini juga menyediakan perhitungan hasil akhir secara otomatis sehinga juri tidak perlu menghitung secara manual.
2. Perancangan
Sistem Penjurian Online dibangun
dengan menggunakan arsitektur MVC (Model View Controller) dimana Model
merupakan kelas yang merepresentasikan basis data sistem yang berisi
fungsi-fungi untuk mengakses basis data istem. View merupakan kelas yang
akan berinteraksi langsung dengan pengguna. Dan Controller merupakan
kelas perantara antara Model dan View. Sistem penjurian online
dikembangkan dengan menggunakan framework Code Igniter dimana framework
ini telah bekerja dengan arsitektur MVC.
Pada sistem pejurian online terdapat kebutuhan-kebutuhan fungsional yang telah didefinisikan pada proses analisis kebutuhan salah satunya adalah fungsional cek plagiasi. Pada fungsional cek plagiasi pada sistem ini menggunakan library sastrawi dalam melakukan proses preprocessing text yaitu proses stemming dan proses tokenisasi.
3.
Implementasi
Kode Program
Implemetasi kode program disesuaikan dengan perancangan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada penelitian ini implementasi kode program dilakukan dengan menggunakan framework Code Igniter dan library saraswati pada proses stemming dan tokenisasi untuk preprocessing text dalam fungsi cek plagiasi.Implementasi kode program untuk kebutuhan fungsional sistem diimplementasikan pada kelas controller yang mana merupakan turunan dari kelas CI_controller. Untuk kebutuhan pengolahan database diimplemetaikan pada kelas model yang merupakan turunan dari CI_model. Sedangkan untuk menampilkan data berupa halaman-halaman yang dapat diakses oleh pengguna diimplemetaikan sebagai kelas view pada framework Code Igniter.
4.
Pengujian Unit
Pengujian unit adalah salah satu
metode pengujian yang dilakukan dngan cara fokus pada pengujian setiap unit
dari sistem yang telah diimplemtasikan seperti: komponen sistem, kelas, atau
objek. Pengujian unit merupakan bagian dari metode pengujian whitebox yang
mana menggunakan teknik pengujian basis path. Metode ini digunakan untuk
mengukur komplekitas logika dari perancangan prosedural yang digunakan dalam
pengembangan sistem. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pengujian
unit ini adalah:
1.
Pembuatan diagram alir dari perancangan prosedural kode program.
2.
Menentukan Cyclomatic complexity diagram alir.
3. Menentukan Independent path
dari diagram alir.
5. Penguji Usabilitas
Pengujian usabilitas dilakukan setelah tahap implementasi telah selesai. Pada tahap ini dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah sistem yang telah dibagun dapat digunakan dengan baik dan memberi kepuasan dan manfaat kepada pengguna dengan metode WebQual 4.0. Pada penelitian ini digunakan kuisioner untuk melakukan pengujian usabilitas. Kuisioner yang digunakan adalah USE questionnnaire yang mana kuisioner digunakan dengan cara memberikan penilaian menggunakan skala likert untuk meyakinkan responden menjawab dalam berbagai tingkatan pada setiap pertanyaan yang diberikan (Rahadi, 2014). Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan yang mengacu pada penelitian tiga area (dimensi) kualitas yang terdapat pada WebQual 4.0. pada penelitian ini digunakan kuisioner yang diambil dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Qurrata Aynayya, Mochamad Chandra Saputra, dan Djoko Pramono dengan berjudul “Evaluasi Usability dan Rekomendasi Perbaikan Tampilan Website Seleksi Mahasiswa (SELMA) Universitas Brawijaya” (Aynayya, et al., 2018). Minimum responden dari kuisioner pengujian usabilitas adalah 5 responden (Nielsen, 2012). Pada penelitian ini responden tediri dari 5 karyawan pengelola PIA dan menggunakan 5 pilihan jawaban dengan setiap jawaban memiliki bobot masing-masing yang ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3. Bobot skala Likert untuk setiap pertanyaan
|
No. |
Keterangan |
Bobot |
|
1. |
Sangat Tidak Setuju |
5 |
|
2. |
Tidak Setuju |
4 |
|
3. |
Netral |
3 |
|
4. |
Setuju |
2 |
|
5. |
Sangat Setuju |
1 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar